Tatkala Musibah Berubah Menjadi Nikmat
- ..
Aku memiliki seorang teman di fakultas kemiliteran.
Dialah orang nomor satu dalam segala hal yang berkaitan dengan ketaataannya
kepada Allah, kebaikan akhlaqnya, belajarnya dan pergaulannya. Dia selalu
beribadah dimalam hari, selalu menjaga sholat Shubuh dan yang lainnya dan dia
senang berbuat baik.
Tatkala dia telah lulus dan bergembira
sebagaimana kegembiraan para mahasiswa dikarenakan telah lulus, tiba-tiba dia
menderita influenza. Penyakitnya ini bertambah parah hingga menyerang tulang
belakangnya, maka diapun menderita lumpuh total dan dia tidak dapat bergerak
sama sekali, hingga dokter yang merawatnya berkata padaku bahwa mnurut
perkiraannya tidak ada harapan lagi untuk sembuh dan kemungkinan keadaannya
kembali seperti semula tidak lebih dari 10%. Maka aku berkata Alhamdulillaah'ala
Kulli Hal (segala puji bagi Allah dalam segala keadaan) dan aku
memohon kepada Allah untuk kesembuhannya. Kemudian aku mengunjunginya dirumah
sakit untuk menghibur dan mengingatkannya agar dia selalu ingat kepada Allah
dan berdo'a kepadanya. Akan tetapi justru dialah yang mengingatkanku agar
selalu ingat kepada Allah. Aku mendapatinya dengan wajah yang penuh dengan
cahaya dan bersinar dengan keimanan.
Kemudian dia melontarkan satu kalimat, ya..
kalimat ini sungguh sangat mengagumkan, dia tidak mengadu juga
tidak mengeluh, dia tidak pula berkata "Bagaimana pendapatmu mengenai apa
yang menimpa diriku, wahai saudara Khalid." . Tetapi dia berkata,
"Wahai saudaraku, barangkali Allah telah mengetahui kelalaianku dalam
menghafal Al-Qur'an, lalu Dia mendudukkanku (istirahat) agar aku mempunyai
waktu luang untuk menghafal Al-Qur'an. Ini salah satu nikmat Allah." Subhanallaah, apa
yang dikatakannya ini? Darimana ungkapan ini diambilnya? Bagaimana mungkin
musibah berubah menjadi nikmat? Inilah keimanan yang telah membuat beberapa
mukjizat, karena anugerah dan taufiq dari Allah.
Mahabenar Allah yang telah membalas orang yang
sabar dan mengucapkan kalimat istirja' (Innaa lillaahi wa Innaa ilahi
Raaji'uun) ketika tertimpa musibah, bahwa orang tersebut akan
mendapatkan tiga balasan, sebagaimana Firman Allah :
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ :١٥٧
"Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang
sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat
petunjuk". [Qs. Al-Baqarah : 157]
Alangkah indahnya ungkapan yang
diucapkannya itu. Demi Allah, ungkapan itu sebanding dengan berpuluh-puluh
kalimat teori. Karena keteguhan imannya telah mendidik dan mengajarkan sesuatu
yang banyak, dan pada setiap keadaan itu ada kebaikan.
Selang beberapa waktu, aku
menjenguknya, ketika itu beberapa orang kerabatnya sedang berada disisinya,
lalu aku mengucapkan salam kepadanya dan mendo'akannya. Aku mendengar darinya
sesuatu yang membuatku kagum untuk kesekian kalinya....
Putra pamannya berkata kepadanya
"Cobalah berusaha menggerakkan kaki... Angkatlah keatas!" Namun
justru dia berkata, "Sesungguhnya aku malu kepada Allah, jika aku meminta
segera disembuhkan, maka jika Allah telah mentakdirkan bagiku dan menetapkan
kesembuhan, maka segala puji bagi-Nya. Namun jika hal itu belum ditakdirkan,
Maka segala puji tetap Milik-Nya... Allah mengetahui terhadap apa yang lebih
baik bagiku..., mungkin saja pada kesembuhan akan menyebabkan sesuatu yang
tidak terpuji akibatnya..., mungkin aku akan berjalan dengan kedua telapak
kakiku ini menuju sesuatu yang haram..., akan tetapi aku tetap memohon kepada
Allah agar Dia menetapkan yang terbaik untukku, karena Dia Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana."
وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ
شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُون
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal
ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia
amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [Al-Baqarah:
216]
Sumber : Lc, Arman Amri. 2005. Jangan Berputus Asa
AKHRINYA PERTOLONGAN ITU DATANG. Bogor : Pustaka Ibnu Katsir.